Sunday, January 15, 2017

GGT = Galau Galau Tesis

16 Januari 2017

Ahhh waktu cepet banget bergulirnya, pengen rasanya punya kekuatan untuk memperlambat putaran waktu. Hari ini dapet lagi kabar temen keempat yang beberapa bulan yang lalu masih kuliah bareng udah lulus sidang tesis, perasaan pas dapet kabar tersebut : BAPER AKUT. Seneng sih seneng liat mereka sudah berhasil melewati step by step tahapan menuju gelar Master tapi to be honest saya kok rasanya ga relaa, pengen juga posting foto kelulusan di waktu yang sama huhuhu.

Arrgghh tapi semua ini kan salah saya sendiri, berbulan bulan menyia-nyiakan waktu tanpa ada hasil. Entah kenapa tesis ini menjadi momok yang begitu menakutkan bahkan melebihi rasa takut saya saat menghadapi persalinan, atau mungkin saya memang belum pantas mendapatkan gelar Master itu. Saya belum mampu mengatasi rasa tidak percaya diri ini, sya belum mampu meyakinkan diri bahwa sebenarnya saya mampu jika saja saya berusaha lebih giat. Saat teman-teman begadangan ga tidur berhari-hari input dan analisis data, saya masih saja berleha-leha dirumah main bersama anak-anak, beberes rumah, tanpa beban, malam hari pun tidur dengan nyenyak. Ahh penyesalan selalu datang terlambat!!

Beberapa hari yang lalu akhirnya beberapa teman senasib yang masih bergelut dengan tesis akhirnya dipanggil oleh Kaprodi, diajak diskusi mengenai hambatan-hambatan yang dihadapi dalam menyelesaikan tesis. Karena sesuai SK Tugas Belajar kami seharusnya sudah sudah menyelesaikan kuliah dan kembali ke kantor masing-masing. Dan dari situ kami diberi warning wajib menyelesaikan tesis dalam satu semester ini dan harus dapat mengikuti periode wisuda bulan JULI 2017, kalo engga maka kami harus membayar penuh selama satu semester berikutnya. Padahal semester ini saja kami sudah harus membayar sendiri untuk 0 SKS senilai setengah biaya SPP. Membayangkan kalo lewat lagi dari tenggat waktu jujur membuat saya shock bukan main, biaya SPP yang enggak sedikit belum lagi biaya pulang pergi Jakarta-Bandung, biaya hidup, biaya penelitian aarrghhhh!!

Tapi entahlah kenapa krisis percaya diri ini begitu akut melanda, saya hampir saja merasa engga sanggup melewati bagian-bagian tesis ini bahkan disaat saya belum mulai ke lapangan collect data. Ditambah lagi dapat kabar kalo Dosen Pembimbing merupakan tipe yang agak ribet sehingga saya sudah diwarning sama Kaprodi untuk prepare lebih baik sebelumnya karena jika kebiasaan mepet-mepet limit ini masih terbawa maka ditakutkan ke-perfectionist-an Dosen Pembimbing akan menjadi masalah baru buat saya. Belum lagi mengurus segala perijinan perpanjangan waktu Tugas Belajar dari kantor dan segala proseduralnya yang belum tentu berjalan mulus (walaupun saya banyak berharap diberi segala kemudahan).

Kadang terpikir apa mungkin hanya saya yang mengalami hal ini, bagaimana cara mengatasinya sepertinya hanya saya yang tahu jawabannya. Aaahh dimana fighter spirit yang dulu saya miliki, dimana motivasi kuat dan optimisme tinggi yang dulu saya punyai sewaktu menyelesaikan skripsi. Ingin rasanya masuk ke mesin waktu menuju masa depan dimana saya akan menertawakan hal-hal konyol yang saya rasakan sekarang. Tapi entah kenapa motivasi itu seperti maju mundur, dan terasa lebih banyak mundurnya. Jika saja boleh memilih, ingin rasanya meninggalkan sisa kewajiban ini dan kembali ke kantor * sigh *


Ya Allah hanya Engkau lah yang mampu membolak-balikkan hati, yang mempu memberi kemudahan atas segala hal yang sulit. Mohon berikan segala kemudahan dalam penyelesaian tesis ini, diberi segala kemudahan berfikir, rasa malas please pergi jauh dan jangan pernah kembali!! Mudah-mudahan beberapa bulan ke depan membawa banyak perubahan, amiiinnn…………….

No comments:

Post a Comment