Monday, November 20, 2017

Sekilas Review Film Anak

Seharian ini grup WA ibu-ibu di sekolah kk dan adek ramee banget ngebahas broadcast (BC) mengenai film anak yang salah satu tokohnya penyanyi favorit si kk, yang sekarang ini lagi tayang di bioskop Naura dan Genk Juara. Konon menurut BC film ini bertendensi melecehkan Islam dengan penjelesan macem-macem deh, bisa digoogling sih ini beritanya udah ada di salah satu portal berita terupdate. Sebenarnya setelah saya telusuri sumber BC ini berawal dari salah satu akun FB seorang Ibu, yang intinya mengajak untuk stop menonton film ini karena mendiskreditkan Islam.

Jujur aja saya agak kaget pas baca BC ini, karena wiken  minggu lalu saya udah nonton filmnya bareng anak-anak yang sama sekali ga kepikiran hal-hal seperti yang disebutkan di broadcast itu. Saya kok jadi agak aneh bacanya karena isi BC ini tendensius sekali, beberapa kalimatnya menyebut istilah "kecebong' yang tadinya saya ga ngeh maksudnya apa, terus belakangan baru paham artinya. Saya kok jadi sebel aja yaa sama orang-orang yang menelan mentah-mentah broadcast-broadcast ga jelas kayak gini, bahkan ada juga ibu-ibu yang nambahin komen  "iyaa, ga usah nonton lah". Kenapa sih tuh orang-orang ga pinter-pinter, kenapa ga memandang sesuatu dari perspektif lain, mbok nyaa nonton dulu baru kemudian bisa kasih review, lagipula yang namanya kita mereview sesuatu itu kan harus berimbang yang, kalo emang ada jeleknya yaa sampaikan, tapi kalo ada bagusnya yaa ga ada salahnya toh diapresiasi. Kalo emang ada rencana nonton yaa ada baiknya baca-baca beberapa review, tapi jangan asal komen kalo belom nonton.

Setelah saya telusuri si pemilik akun FB yang mem-broadcast ajakan untuk tidak menonton film anak ini, sepertinya dia memang antipati terhadap ras tertentu/tokoh tertentu. Hanya saja menurut saya kalo memang gak suka yaa kan ga harus mengajak orang untuk gak suka juga toh, yaa cukup sampaikan saja kenapa gak suka dan alasannya, tentunya juga harus berimbang, bukan cuma opini tanpa dasar argumentasi. Karena saya kepikiran bikin film ini susahnya setengah mati, melibatkan banyak orang, (mungkin) tujuannya baik dengan menghadirkan film untuk anak-anak Indonesia, dengan tampilan lagu dan tarian yang sesuai untuk anak-anak, tema filmnya secara umum juga oke yaitu untuk membangkitkan awareness anak-anak terhadap lingkungan, serta mengangkat tema sains juga. Kenapa sih ga bisa menghargai hasil karya orang lain yang kita sendiri juga belum tentu bisa hasilkan, kenapa harus dijelek-jelekkan gitu lohh.

Saya dan anak-anak sih cukup menikmati yaa film ini secara keseluruhan, sinematografinya lumayan bagus, lagu-lagu nya juga anak-anak suka, pesan moralnya juga lumayan dapet sihh. Intinya sesuatu itu akan maksimal hasilnya kalau dilakukan bersama-sama, dan kita (anak-anak) ga boleh egois dan harus saling bekerjasama. Hanya saja menurut saya yang agak rancu itu scene sm dialog si Pak Marsono, sebagai ranger yang ternyata merupakan otak pelaku penculikan satwa dilindungi, yang PDKT sama Bu Laras (Bu Guru Pembimbing dalam acara camp anak-anak tersebut). Menurut saya saya adegan tersebut cukup mengganggu dan harusnya ga perlu dan terlalu dibuat-buat, aneh aja jadinya. Terus juga yang agak ganggu itu si salah satu penculik satwa tersebut berdialog seperti orang Palembang, naahh jarang-jarang kan dialog ala orang palembang muncul di film, tapi kok sekalinya muncul jadi penjahat, kan kesannya jadi kayak orang Sumatera (Palembang) tuh penjahat, sebagai orang Palembang saya ga terima hahaha.

Nah untuk masalah mendiskriditkan Islam seperti yang dituduhkan oleh BC tersebut entah  kenapa kok saya ga merasa seperti itu yaa, sekalipun saya juga Muslim. Lhaa keluarga Naura itu juga kan pada dasarnya Muslim, saya yakin kok mereka juga ga bermaksud seperti yang dituduhkan itu. Kalo bicara hasil karya kan sebenarnya kita ga bisa compare satu sama lain, seperti orang-orang membandingkan film ini dengan film Petualangan Sherina jaman dulu. Yaa jelas ga bakal sama lah, kalo sama kan namanya jadi plagiat hehehe.

Mungkin tulisan ini lebih buat reminder ke diri saya sendiri, biasakan kroscek sebelum share segala info, biasakan memberi review dengan masukan yang berimbang, dan yang terpenting menurut saya, kita gak perlu ajak orang-orang untuk tidak menyukai sesuatu yang kita benci, cukup beri penjelasan biarkan orang-orang tersebut memutuskan sendiri apakah mereka akan turut membenci atau sebaliknya. Saya yakin kok kalo mereka cukup cerdas mereka pasti punya opini tersendiri *cmiiw

No comments:

Post a Comment