Showing posts with label My Thoughts. Show all posts
Showing posts with label My Thoughts. Show all posts

Sunday, September 27, 2026

Upcoming Anniversary Trip to Penang, Malaysia

Can't wait for our upcoming hiking-date next month to celebrate our 18th anniversary in Penang, Malaysia. I already arrange some itinerary for our 4 days, 3 nights anniversary trip, the tickets and hotel already secured by husband since last week. Yeayy finally we're heading to our next couple trip since the last time we've took the couple trip to KL and Bangkok 3 years ago. I wish we'll enjoy the trip happily, and then comeback home safely and also we hope the kids won't get mad since we don't take them together with us :)

Thursday, February 5, 2026

A Piece of My Mind

Ternyata yang paling tidak memahami itu justru datangnya dari orang terdekat.

Mungkin memang salah berharap terlalu banyak kepada manusia ya.

Cukuplah QS Al Insyirah : 9, ini menjadi pengingat diri.



Monday, January 5, 2026

Hellow 2026: New Year, New Me

Tahun baru artinya pertambahan usiaku. January 2nd was my 42nd birthday, actually I'm a little bit sad every year when my birthday came up because the older I get, I should be wiser, but the reality maybe I'm not that wise though.

Terima kasih ya Allah atas segala limpahan nikmat, rezeki, dan kehidupan yang penuh berkah ini. Ga habis-habis rasa syukur kupanjatkan atas suami yang full support yang selalu membersamai selama lebih dari separuh usiaku, yang selalu menempatkan kebahagiaanku sebagai prioritas. Terima kasih suamii :*

Terima kasih juga ya Allah atas rezeki diberi tiga anak-anak yang rupawan, pintar, mandiri, dan percaya diri, yang ketiga namanya sudah kupersiapkan sejak masih SMA, they were really such a dream come true.

Terima kasih atas pekerjaan yang sangat layak yang menjadi impian hampir semua orang, juga teman-teman yang selalu mendukung dan menyenangkan, juga tak lupa keluarga besar yang selalu kompak.

Kalo di drakor-drakor sih, ini mungkin di masa lalu aku pernah berbuat baik sehingga di kehidupan yang sekarang ini banyak banget berlimpah nikmat dunia dan keberkahan. Semoga semua ini menjadikanku pribadi yang lebih baik lagi, lebih bijak dalam memandang berbagai situasi, lebih menjaga lisan dan sikap, mampu mengelola emosi dengan lebih baik lagi, dan yang paling penting menjalankan hidup yang senantiasa bermanfaat.


1st Family Gathering Kel. R.H. Abdul Ronie in 2026 



Birthday dimsum-cake from my team

My capricorn-bestie


Thursday, December 11, 2025

Japan Trip (2025) Again !!!

Setahun dua kali aja nih ke Jepang hhhmmm, mana dua-duanya pas winter season. Anyway kali ini sebetulnya terhitung bussiness trip dari kantor sih karena menjadi salah satu participants overseas training di Tokyo. Walaupun gak ada kota baru yang belum pernah dikunjungi di Jepang kali ini berhubung berangkatnya bareng rombongan kantor tapi Japan Trip selalu menyenangkan, ditambah lagi dapat pengetahuan baru bagaimana air limbah dan sludge diolah melalui infrastruktur skala perkotaan dengan sangat terintegrasi dan disupport penuh oleh pemerintah. Foto-foto di luar kegiatan training hanyalah pemanis belaka ahahah.

Street view near Shibuya area


Fuji-san mandatory picture

Sisa-sisa autumn foliage



One of mandatory picture in Japan: sewerage manhole

Another mandatory picture when in Yokohama



Sky view from Shibaura Water Reclamation Centre

Strawberry milkshake Sevel paling enak sedunia

Sludge Treatment Plant in Yokohama City



 


Singapore Trip 2025

Akhirnyaa SG Trip lagi setelah sekian lama, nyaris 1 tahun sejak terakhir solo trip ke Singapore tahun lalu. Kali ini half-solo trip karena sebetulnya berangkatnya bareng beberapa teman tapi sebagian tujuan kita tetap masing-masing. Sebelumnya kebetulan kami sedang ditugaskan untuk menghadiri sosialisasi salah satu kegiatan sanitasi di Batam, nah kan ga mungkin lah yaa udah ke Batam tapi ga nyebrang, jadi yah memanfaatkan moment biar bisa weekend-an jadilah arrange itinerary SG-Trip.

Berhubung emang tujuan utamanya mau hiking di SG jadi ada beberapa bucket lists yang udah diincer sebagai lokasi tujuan hiking kali ini. Kalo urusan kulineran emang tak skip sih karena niatnya emang buat jalan yaudah makan sedapatnya aja ga sampe yang niat banget cari-cari lokasi kulineran, apalagi shopping, secara kurs SGD sekarang kenapa tinggi banget huhuhu masa nyaris 13rb rupiah untuk 1 SGD. Alamat boncos deh nih ntr kalo habis lebaran tahun depan sekeluarga berangkat ke SG untuk support Farabi lomba lego dalam event First Lego League (FLL) di Punggol, SG.

Nah berhubung udah dari awal-awal tahun niat banget kalo ke SG pengen ke Botanical Garden Sg, jadilah itinerary utama kali ini sbb:

- Singapore Botanic Gardens 

- Punggol Waterway Park dan Coney Island (Pulau Serangoon)

Selebihnya itinerary dadakan aja, sesuai mood dan sikon ahahah, di luar 2 lokasi di atas, sebetulnya hari pertama sempat ke jalan-jalan Chijmes juga nemenin Leoni (anggota Tim Perencanaan di kantor) yang baru pertama kali ke SG. Nah untuk penginapan saya sengaja pilih yang dekat-dekat pelabuhan dan Travelodge Harbourfront tentu menjadi pilihan utama, selain dekat dengan pelabuhan juga dekat dengan Sentosa Island dan kalo mau ke Vivo City tinggal nyebrang aja, stasiun MRT juga cm 300an meter, plusnya lagi akses menuju jalur hiking Southern Ridge, Henderson Bridge, dan Mount Faber tinggal jalan kaki aja dari hotel.

Last day, akhirnya girls-trip lagi bareng Egis ke Sentosa Island, abisnya bosen juga udah muter-muter Vivo City lagipula kok makin berasa aja mahalnya SG kalo udah masuk mall. Anyway happy banget akhirnya kesampean juga nyobain spot hiking baru di SG, walopun sebetulnya di Singapura ini terasa makin mahal tapi tetap aja ga bosen kok bolak balik ke SG (kalo ada rezekinya) yah at least setahun sekali lah biar nambah bucketlist hiking lainnya hehehe. Aamiin


Such a breathtaking view for morning walk at Punggol Waterway park

My favorite view from Coney Island




Tuesday, September 23, 2025

Hongkong-Macau Trip with Bestie

Well hellow again for another trip posting this year: Hongkong-Macau Trip. Recently me and my bestie since the first time we've met in the office Egis went to Hongkong and Macau. Actually we've already planned for this trip at least from five months ago, because we need to secure the airline cost, the sooner we book the ticket the cheaper cost we get. 

Our itinerary commonly same with any other first-timer-traveler to Hongkong, like Victoria Peak, Tsim Sha Tsui Promenade, Kennedy Town, Mongkok Markets, and others. The full itinerary summarize as below:

Day 1:

- Arriving and then check in Metropark Hotel Mongkok ( i recommend this hotel since the strategic location, near the bus stop, easy access to MTR station, and there's direct bus from and to airport in front of the hotel).

- Strolling Tsim Sha Tsui area and Victoria Dockside (where the Bruce Lee Statue located), and K11

Bruce Lee Statue, Tsim Sha Tsui

Day 2:

- The Peak Tram - The Peak Tower - Sky Terrace, and bought some cute souvenirs

- Have some lunch at Islamic Centre Canteen (yummy dimsum!!)

- Strolling around Kennedy Town by Dimdim Tram

- Shopping-hopping (although everything seems more expensive at least from Japan)

My fav golden hour at Kennedy Town

Day 3:

- Trip to Macau (another upcoming separately post)

Ruin of St. Paul's, Macau

Returned from Macau we went back to Victoria Promenade area, and visiting Hongkong Museum of Art, how I love this place so much!! I really enjoyed being in this museum for hours.

One of my fav Art Museum

Unfortunately there was a typhoon when we arrive at Victoria Promenade, but actually we didn't really realized that was a typhoon until we reached the hotel and got announcement letter from the hotel management that there were a warning from the local goverment for the upcoming T8 Tropical Cyclone Tapah. Suddenly me and Egis got a little bit panic. We were worried if our flight which was planned the day after tomorrow will be canceled. But thanks God on the next day the local goverment issues T1 which means it was safe enough for citizen for doing their routine activities as usual, so does for the tourists.

Actually the last day before flight our itinerary was going to Ngong Ping Village by Ngong Ping 360 cable car, but because unforseen condition the typhoon warning and also when we check the cable car website they were doing the maintenance and the access was closed for a few days, so our plan was canceled. The last day, since we check the weather a little bit calm we've try to go to the Citygate Outlet for shopping yeaayyy!!!

What i love the most from this trip that i got my Vivaia sneakers dream-shoes, that i couldn't find in any other Vivaia strores in Jakarta. And also i got my Coach dream-sling bag. Of course thousand of pictures in my phone, and the never-forget memories. Byee HK, you were not that bad haha.

I hope next year there will be another overseas-girls-trip with my besties. Let's make it annual trip guys!!

The famous pinneapple-bun breakfast in HK

Quite morning during T8 issuance in Mongkok District

This one also a mandatory pictures.....haha


Another mandatory pic at The Peak





















Monday, July 7, 2025

New Recipe : Banchan Timun

Iseng-iseng scrolling soc-med eh malah nemu resep banchan a la korean style dari akun @kreasi.tanoto, udah lama sih kepikiran pengen bikin salah satu banchan masakan rumahan korea, kayak japchae (eh japchae mah bukan banchan yakk), tumis odeng, dll, cuma pas nemu resep "acar timun korea" ini tiba-tiba langsung pengen eksekusi.

Bahan-bahan:
3 buah timun , potong dan rendam dengan air panas dan 1 sdm garam
1 buah wortel, potong tipis dan memanjang
2 siung bawang putih diparut
2 sdm gochujang, gochugaru, dan madu
1 sdt kecap ikan
garam dan wijen secukupnya

Cara membuat:
1. Rendam timun dengan air panas dan garam, lalu tiriskan.
2. Campur rata semua bahan dan aduk.
3. Simpan di chiller untuk stock.

Rasanya tuh manis, pedas, crunchy, seger juga, enaakk, bikinny juga gampil banget. Cobain bikin deh.




Monday, October 16, 2023

Just My Random Thoughts

Lagi on going drakor marathon series Hi Bye, Mama! Kok nonton tiap episodenya selalu mewek yaa, sedihnya tuh kok kayak beda aja gitu tau-tau mata basah. Buat yang udh pernah mengalami kehilangan orang tersayang pasti relate banget sama series ini. Kayak penyesalan-penyesalan yang tiba-tiba aja muncul, dan berharap waktu dapat berputar kembali supaya kita bisa membahagiakan orang-orang yang disayangi, tapi ended up cuma bisa kirim doa dan Alfatihah.

Seringkali kepikiran seandainya aja Papa dan Ibu masih ada mereka pasti seneng deh kalo diajak tinggal di Bintaro. Sayangnya Papa belum sempet bisa nginep di rumah Mahagoni karena sewaktu beliau masih ada kami belum pindah ke sana, pun Ibu yang udah sempet nginep di Mahagoni kondisinya setelah papa gak ada udah gak se-sehat seperti sebelumnya. Rasanya Papa pengen tak beliin sepeda listrik, pasti beliau seneng banget keliling Cluster Mahagoni sambil boncengin Thiago or anter jemput Thiago ke sekolah yang cuma sepelemparan batu dari gerbang kompleks, pasti Papa jadi salah satu yang paling rajin ke masjid deh. Apalagi sekarang Mang Mery dan Kak Hasan juga tinggal deket Bintaro jadi bisa sering kumpul. Tapi ah sayangnya itu cuma mimpi. Ya Allah ampunilah segala dosa Papa dan Ibu, jauhkanlah mereka dari siksa api neraka dan mudahkanlah segala jalan bagi mereka untuk meraih surga-Mu. Aamiin.

Saturday, March 19, 2022

I've Lost Her Forever

Hari ini tepat 2 (dua) minggu yang lalu Ibu (yang biasa kami sebut Nyai karena penggilan untuk anak-anak) berpulang untuk selamanya, menyusul Papa yang lebih dahulu kembali kepadaNya enam (6) tahun yang lalu. Sesak dada ini rasanya kalo inget gak akan ada lagi yang akan menyambut kami pulang kampung, gak akan ada lagi Nyai yang setia menunggu kami dibalik jendela teras depan ketika kami kabari kalau kami akan pulang hari itu. Ahh Nyai sedihnya tak terkira karena tak dapat menemani dan mengabdi ketika hari tuamu tiba. Terlalu jauh dan sudah terlalu lama kami jauh darimu, hingga sekarang kita benar-benar telah berjauhan bahkan berbeda dimensi waktu.

Sejujurnya rasa kehilangan itu sudah muncul sejak 2 (dua) tahun belakangan ini, karena secara fisik dan mental Nyai sudah banyak mengalami degradasi. Sejak Nyai sudah gak bisa lagi bicara dengan lancar dan tidak lagi mampu mengingat dengan jelas, rasanya Nyai semakin jauh walaupun secara fisik beliau masih hadir di tengah-tengah kami. Masih terngiang dengan jelas sewaktu diceritain Kak Ican via Kak Is, ketika suatu waktu saya pulang ke Palembang karena ada urusan dinas pekerjaan, begitu pamitan hendak pulang ke Jakarta tiba-tiba Nyai bertanya sama Kak Ican "Siapa anak perempuan yang tadi barusan turun dari rumah? Kenapa dia salim dan berpamitan sama Ibu?".

Seketika air mata membanjiri tak terbendung lagi, gak ada yang lebih menyedihkan dibanding tidak lagi dikenali Ibumu selagi beliau masih terbilang sehat fisiknya namun pikirannya sudah sulit menyesuaikan.

Nyai sedihnya teramat sangat mengingat apa yang telah Nyai alami sepanjang hayat, tak pernah terbayangkan sebelumnya bahkan hingga hari akhirnya Nyai masih harus mengalami cobaan yang luar biasa. Jauh di lubuk hati ini, rasanya merasa bersalah sekali belum sempat menjadi anak yang berbakti kepadamu Ibu, belum mampu membahagiakanmu namu sudah sibuk dengan kehidupan sendiri. Juga tak terlalu sering menghubungi via telepon apalagi semenjak Papa tiada. Ahh Ibu mungkin Ibu sering kesepian ya waktu itu, anak perempuan terakhirnya malah tinggal jauh dari rumah, gak sempat mengurus Ibu dengan baik di hari tua Ibu, sungguh tak tahu berterimakasih dan tak berbakti sebagai anak. Pun disaat-saat terakhir tak juga dapat mendampingi, dan tak sempat mengantarkan Ibu ke peristirahatan terakhir.

Walau sesungguhnya penyesalan ini datang terlambat, Iin harap Ibu tau kalau Iin benar-benar sayang Ibu selamanya. Semoga Allah SWT berkenan memberi ampunan atas segala kekhilafan Ibu, dan memudahkan segala jalan Ibu menuju surgaNya. Suatu saat kita pasti bertemu Ibu.

Wednesday, April 14, 2021

Love Languange

Kayaknya beberapa hari ini di timeline lagi rame bahas mengenai love language, yup emang ga semua orang dengan mudahnya mengungkapkan bahasa cinta secara verbal. Contohnya si Ayah nih, bisa dibilang jarang banget bilang i love you, kl ga karena  'terpaksa' bales i love you too. Karena doi seringkali bilang nunjukkin cinta tuh ga melulu harus diucapin tapi dengan sikap, karena yaah emang cintanya dia tuh ga perlu diraguin lagi sihh hahaha, apalagi setelah pacaran lebih dari lima tahun, dan tahun ini menginjak pernikahan yang ke tigabelas, makin hari kok makin berasa kalo emang kita tuh kadar cintanya makin bertambah (eh jangan-jangan Bunda aja nih yang ngerasa makin cinta yakk...hhhmmmm).

Nah cuma satu nih, yang Bunda inget banget gimana sikapnya si Ayah beberapa minggu yang lalu, yang kalo dipikir-pikir entah itu saking cintanya sama Bunda ato emang terlalu sayang sama anaknya aja. Jadi ceritanya waktu itu kita ngintilin si Ayah yang katanya mau ada miting di Mall Kokas, nah ngikutlah kan ini serombongan sirkus, terus sebelum dia miting kita mampir dulu di Eat and Eat Kokas, karena emang dah lama banget gak makan di sana, ya maklum lah yaa secara itu mall di luar wilayah teritorial kita. Terus berhubung banyak jajanan favorit Bunda di sana, jadi galau kan mau order apaan aja, akhirnya Bunda putuskan order es teler, cuanki, sate padang (nyicip punya si Farabi sih ini sebenernya), sama cakwe galaksi paporitos, terus Ayah order kwetiaw kepiting yang katanya enak banget.

Nah pas banget makanan kita semua dateng, mendadak si anak kutut Thiago menunjukkan tanda-tanda mau pup, duuhh. Beberapa hari belakangan emang Igo kayak susah pup gitu padahal udah makan buah sama puding sih buat cemilannya, nah pas ngeden keliatan banget effort-nya hahaha. Nah Bunda langsung mikir dong ini toilet di mana yakk secara kita makan di foodcourt mall gitu kan, udah pasti toiletnya pake toilet mall yang entah di mana letaknya karena kita tuh jarang banget main ke Mall Kokas ini jadi ga familiar, sambil mikir waduh makan cuanki panas-pedes gini lagi enak banget sayang kalo ditinggal entar jadi dingin hahaha.

Ehh ga disangka-sangka dong si Ay langsung gendong anak kutut nyari toilet terdekat buat nyebokin wkwkwk, duhh mana diapers Igo ga kebawa ada di mobil, cuma bawa saniatary set doang. Eh padahal Ayah juga lagi enak-enaknya makan lohh, duhh terharuu akutuh liat dia dengan gercepnya ngurusin Thiago tanpa diminta gitu, kebayang tuh anak bakalan rempong kalo ketemu air, meleng dikit segala dipencet-pencet, diotak atik, Bunda cuma berdoa semoga baju mereka berdua gak kebasahan karena kelakuan Thiago, dan Igo gak pipis dulu sementara belum pake diapers...... hahaha.

Kalo dipikir-pikir sikapnya si Ayah bisa masuk salah satu love language, saking kesian gak mau istrinya yang lagi enak-enak makan jajanan favoritnya mendadak terganggu harus ngurusin Thiago yang lagi pup. Ehh bener ga sih Yah alasannya begini? Jangan-jangan Bunda doang nih yang kegeeran wkwkw.

Monday, February 8, 2021

HELLO, MY FIRST POSTING IN 2021

Tahun 2021 udah jalan lebih dari 1 bulan baru sempet posting....pffiuuhh. Tahun 2020 yang lalu sangat tidak produktif dalam hal posting memposting blogger. Semoga di tahun ini bisa lebih banyak mengarsipkan foto-foto dan buah pikiran.

Tahun 2021 masih diliputi pandemi yang entah kapan redanya, walaupun sebagian masyarakat yang prioritas sudah mendapatkan vaksin, tapi tetap saja bayang-bayang si Covid tampak masih akan terus menghantui sepanjang tahun ini. Anak-anak udah kayak apaan tau tuh bosennya sekolah daring, setiap hari. Yang paling sedih si kk Dinara, karena banyak banget kegiatan sekolah yang sudah lama dia impikan akan dijalani bareng teman-teman sekelas yang akhirnya dibatalkan, terlebih ini merupakan tahun terakhirnya di SD, harusnya  bisa lebih banyak lagi memori yang bisa diukir. Tapii yah mau bagaimana lagi, yang sabar ya kk, mudah-mudahan semua bisa kembali seperti semula bisa bebas main sama teman-teman lagi. Karena sejujurnya juga Bunda sedih kalian jadi ketergantungan sama gadget seperti sekarang ini, hanya saja berhubung hiburan kalian sekarang jadi terbatas ya mau ga mau Bunda sm Ayah ijinkan penggunaan gadget kalian walapun dengan restriction.

Sejujurnya Bunda pun teramat kecewa dengan situasi pandemi ini, karena rencana liburan keluarga kita tahun lalu ke KL dan SG, jadi bubar dan tiket pun yang sebagian masih bisa dikonversi ke voucher traveloka terancam hangus, huhuhu. Padahal uang tiket dan akomodasi udang Bunda dan Ayah tabung sedari lama *tarik nafas panjang*.

Hanya satu hal yang bikin Bunda selalu bersyukur bahwa anak-anak Bunda sehat-sehat semua. Ayah dan Bunda pun dengan segala kesibukan di luar rumah alhamdulillah banget masih dikasih sehat, semoga selalu dijauhkan dari virus-virus jahat ya Allah. Semoga juga keluarga dan kerabat yang lain juga sehat-sehat seterusnya. Aamiin

Monday, September 21, 2020

Dear Covid-19 please go away

Sudah hampir 7 (tujuh) bulan nih, si virus jahat masih aja menghantui Indonesia tercinta, terlebih di ibukota yang positive rate covid-nya masih tinggi aja. Apalagi sejak memasuki minggu kedua PSBB (again) setelah sempat diterapkan di bulan Maret 2020, ehh di bulan September ini ternyata masih aja PSBB *sad

Entah udah berapa ribu kali, Kakak dan Aby nanyain kapan pandemi berakhir, karena sejak bulan Maret 2020 mereka ga pernah nge-mall, ga pernah dateng ke sekolah (ya iyalah wong semua sekolah libuurr), ga pernah meet-up sama teman-temannya. Walaupun  sebenarnya sempat sih beberapa kali ke toko buku dan toko mainan deket rumah tapi literally ga bisa disebut mall juga, karena yang mereka maksud mall minimal kayak Bintaro Xchange (BXc). Biasanya paling engga tiap wiken pasti ngabsen deh ke BXc. Terlebih kondisi Ayah keluar kota dah hampir 3 (tiga) bulan ini, pasti kami dah kabur ke mall deh kalo ga karena pandemi huhuhu. Pandemi Covid-19 juga sih sebenarnya yang bikin Ayah ga bisa leluasa bolak balik dari site, padahal mah janjinya tiap 2 (dua) minggu mau balik ke Jakarta *ppfftt

But at least, dengan kondisi kami sekeluarga masih sehat wal afiat, masih diberi kecukupan rezeki, serta Ayah Bunda masih punya pekerjaan yang baik, alhamdulillah banyak-banyak bersyukur.

Semoga pandemi segera berlalu. Aamiin

Sunday, September 8, 2019

Next Month: Our 11th Years Anniversary

Hhhmm how time flies, Alhamdulillah ya Allah kami masih diberikan nikmat usia, serta nikmat sehat. Lebih dari 15 (lima belas) tahun bersama, sebelas diantaranya dalam kehidupan pernikahan. Alhamdulillah dikasih suami yang kadang-kadang ngeselin tapi lebih banyak bikin senengnya, suami yang selalu pengen ngebahagiain (iya ga sih yah!) istrinya walaupun sering banget diomel-omelin. Suami yang kerjaannya di rumah lebih banyak tidur dan nge-game, tapi selalu nurut kalo disuruh apa-apa hahaha. Suami yang lebih seneng modus jagain anak di mobil daripada nemenin groceries biar ga disuruh bayar belanjaan di kasir *hhmmpphh

Alhamdulilah alhamdulillah alhamdulillah, makasiiyy Ayah udah mau jadi imam yang baik buat kami semua. Jadi ga habis pikir setelah sedikit baca maraknya pemberitaan 'serem dan aneh' antara suami istri yang belakangan banyak diberitain di tv dan portal media online, ada suami yang bunuh istri, ada pula istri yang bunuh suami dengan cara-cara yang gak masuk akal pula, naudzubillah min dzalik.....

Semoga Ayah tambah banyak rezeki yaa, biar bulan depan kita bisa jalan-jalan lagii :*

Wednesday, March 13, 2019

Thiago at Daycare

Yups, resmi mulai kemarin Thiago jadi anak daycare. 

Selama dua bulan ini kan sebenarnya semua aman-aman aja karena Thiago diasuh sm si Emak, pengasuh yang pulang pergi selama weekday, nah dengan segala dramanya selama dua bulan ini tiba-tiba Emak hari Kamis minggu lalu nge-WA terus bilang kalo besoknya udah ga bs datang lagi. Padahal barang-barangnya masih tinggal di rumah dan hutangnya juga masih ada hahaha.

Berhubung cari pengasuh/ART gak kayak beli donat J-Co kan, jadi gak mungkin juga Bunda gak masuk kerja selama belum dapat pengasuh. Solusinya yaa cuma cari daycare yang bagus, Bunda langsung gercep browsing di website, milis, blog, dll. Nah alhamdulillahnya ternyata disekitar area Bintaro ini ada beberapa daycare yang recommended, salah duanya yang kami survei yaitu Global Ichsan Baby Daycare yang beralamat di Ruko Kebayoran Arcade Sektor 7, dan Cubby House Daycare di Jl. Elang Sektor 9.

Plus minusnya dari kedua daycare ini berdasarkan hasil observasi dan wawancara singkat kami dengan pengelola mungkin akan dibahas dipostingan berikutnya kalo sempet hehehe. Intinya nih kami akhirnya memutuskan untuk menitipkan Thiago di Global Ichsan Daycare, salah satu pertimbangannya karena lokasinya cukup strategis yang berada rute pulang-pergi Bunda dari/menuju Stasiun Jurang Mangu.

Hari Selasa kemarin Thiago mulai trial, kami tiba di lokasi jam 7an lewatlah setelah antar kakak-kakak ke sekolah. Pagi-pagi Thiago udah mandi, dan udah wangi pas nyampe daycare. Begitu kami tiba ternyata cukup banyak anak-anak dan bayi yang juga dititip disana. Begitu tiba kami disambut oleh 'aunty', disana disebutnya aunty untuk kakak/tante pengasuh. Jadi ada bagian penerimaan yang akan mencatat apa saja barang-barang yang dibawa di lembar penerimaan serta mengecek suhu tubuh anak, karena katanya kalo anak yang sedang sakit disarankan untuk tetap dirawat di rumah. Tapi kalaupun tetap mau dititip maka akan kena charge lagi diluar biaya bulanan, karena anak tersebut akan dirawat secara khusus, maksudnya mungkin supaya gak nularin anak-anak yang lain. Oiaa, info singkat bahwa jam penitipan daycare ini mulai jam 6.30 pagi sampai pick up time jam 18.00, toleransi 15 menit, setelah itu akan dikenakan overtime charge 30rb per 30 menit dan berlaku tarif progresif. Kalo untuk rincian biaya yaitu registrasi fee 200rb, annual fee 2,5jt yang bisa dicicil selama tiga bulan, dan biaya bulanan sebesar 2,2jt.

Yah mungkin karena si bayi yang dititip juga masih berusia lima bulan, jadi begitu dititip ke aunty Thiago malah hepi-hepi aja ketawa ketiwi, tinggal Bunda aja nih yang rasanya gimanaa gitu pengennya si bayi dikekepin aja terus ngikut ke kantor hahaha. Pinter yaa adek sayang, insyaallah adek akan diasuh oleh aunty yang sayang dan merawat kamu secara profesional nak. Bunda tiap hari akan pulang tenggo supaya bisa segera jemput adek sepulang kerja yaa :*

Friday, October 5, 2018

Our 10th Years Anniversary

05.10.2008 - 05.10.2018

Alhamdulillah sepuluh tahun sudah terlewati, kehidupan pernikahan yang telah melalui masa-masa sulit, masa-masa bahagia, ribut-ribut kecil, sebel-sebel sayang hehehehe. After all, somehow I love you more hubby, kalo kata Pingkan Mambo sih "Semakin Hari Semakin Cinta"....ciee

Harusnya sih hari ini mah jadi hari spesial yaa, tapiii si suami yang tadinya janji mo ngajakin dinner tapi sampe hampir jam setengah sembilan malam ini juga belum nyampe rumah. Gak ada bunga, gak ada kue spesial juga, eh sebenernya sih Bunda beli kue black forest tapi itupun sekedar buat alasan doang padahal mah karena anak-anak aja yang pada doyan black forest-nya, jadi bisa buat bekel sekolah tadi pagi.

Tadinya kita berharap banget si bayi bisa lahir hari ini nih, kan pas banget tuh jadi kado spesialnya 10th years anniversary, ehtapii ternyata dede nya masih belum kasih tanda-tanda juga huhuhu, Bunda jadi deg-deg-an dek, karena besok pagi mau disuruh induksi sama dr. Muchlis. Bunda sih masih berharap bisa melahirkan normal spontan seperti waktu melahirkan kakak-kakak, masih ada waktu nanti malam semoga udah ada tanda-tanda kamu siap yaa nak.

Back to anniversary, mudah-mudahan bertambah berkah yaa Ayah kehidupan pernikahan kita, selalu dijagakan hati kita masing-masing agar tetap saling menyayangi sampai akhir hayat, serta menjadi orang tua yang selalu menyenangkan dan pantas menjadi panutan anak-anak.....aamiin.

Wednesday, October 3, 2018

My 40 weeks pregnancies

Yupp...... bener banget minggu ini si bayi udah masuk 40 minggu aja di dalam perut Bunda, dan masih belum ada tanda-tanda mau mbrojol walaupun udah tiap-tiap hari aja Bunda ajakin ngobrol supaya dede buruan lahir dalam minggu ini. Padahal yaa Bunda udah mulai cuti sejak minggu lalu, yaa antisipasi kan takutnya ternyata lahir lebih awal gitu. Nah pas banget kemarin abis kontrol ke dr. Muchlis, katanya sih air ketuban udah mulai sedikit, dan disuruh tunggu sampe hari ini dan besok, kalo masih belum ada tanda-tanda juga hari Jumat disuruh langsung ke RS buat diinduksi, huhuhu....kok jadi deg-deg-an yaa.

Sebenarnya sih yaa, HPL sesuai hasil USG sih perkiraan lahirnya masih tanggal 7 Oktober, tapi si dokter bilang tetap harus pake acuan usia kehamilan, dan beliau prefer maksimal sampe 41 minggu kalo emang masih belum ada tanda-tanda kelahiran maka harus diberi tindakan, walalupun kan kalo dibaca-baca di artikel kehamilan katanya sih bisa sampe 42 minggu maksimal. Tapi kembali lagi kan dokter yang tau riwayat masing-masing pasiennya, jadi yaa mendingan nurut aja deh rekomendasi beliau.

Kalo dipikir-pikir ini si bayi kayaknya sering denger deh Bunda sama Ayah ngobrol kalo kita pengennya dede lahir pas tanggal 5 Oktober, supaya pas sama anniversary-nya Ayah dan Bunda. Mana kali ini spesial banget kita anniversary yang ke-10 tahun, yups satu dasawarsa udah kami bersama, alhamdulilaahh. Tapi kok yaa tetep aja deg-deg-an Karena masih belum ada tanda-tanda juga, walaupun dua kelahiran sebelumnya hampir sesuai dengan HPL dari dokter, maju dua hari sih dari HPL. Sampe sekarang Bunda ga henti-hentinya berdoa semoga hari ini atau besok dede udah kasih tanda kalo udah siap lahir, kita kuat yaa sayang insyaallah bisa lahir normal lancar dikasih banyak sehat karena  Bunda, Ayah, dan kakak-kakak pun udah siap menyambut kelahiranmu nak :*

Tuesday, May 29, 2018

My 21 weeks pregnancies

Alhamdulillah udah masuk minggu ke-21 aja pas minggu lalu check up ke dokter, and yups kami akhirnya balik lagi kontrol ke RS Buah Hati Ciputat, karena awalnya Bunda penasaran ketemu lagi dengan dr. Muchlish Lubis, dan karena memang juga di RSPI Bintaro belum ketemu obgyn yang sreg. Eh akhirnya bulan lalu kami untuk pertama kalinya kembali ke RS Buah Hati tapi karena ga tau jadwal dokter siapa yang sedang praktek, akhirnya kami niatnya go show aja.

Nah kebetulan pas hari Rabu malam ternyata jadwal prakteknya dr. Ismail Yahya, kami kebagian jadwal rada akhir udah jam 21.00 lewat, dan sebelumnya waktu hamil Farabi juga belum pernah ketemu dr.Ismail, eh ternyata orangnya ramah banget, menyenangkanlah untuk first impression, gesture dan raut mukanya ga keliatan capek padahal udah praktek dari sore. Dan ternyata posisi si adek lagi bagus banget pas usia 16 minggu ini jadi langsung keliatan deh tuh kelaminnya, langsung dr. Ismail bilang bayinya laki-laki.

Syukur alhamdulillah Allah mendengar harapan Bunda yang sudah terpendam bertahun-tahun sejak jaman kuliah, pengen punya anak tiga: cewek-cowok-cowok hihihi. Walaupun sebenarnya sih Ayah sempet bilang pengennya punya anak cewek yang girly dan manis gitu, lhaa piye carane lha wong emak bapaknya aja kelakuannya petakilan hahaha. Tapi ternyata dia seneng juga sih dapat tambahan "tandem gulat" selain Farabi.

Nah minggu lalu pas usia adek 21 minggu eh kebetulan ternyata Bunda salah jadwal dan ternyata yang praktik hari itu dr. Muchlish Lubis, yaa alhamdulillah namanya rejeki akhirnya ketemu juga sama si pak dokter yang dulu udah bantuin kelahiran kk Farabi. Tapi kok yaa berasa enakan komunikasi sm dr. Ismail yaa  daripada sama dr. Muchlis, soalnya yaa dr. Muchlish emang bawaannya gitu sih yaa ceplas ceplos to the point, kalo dr. Ismail penerimaannya lebih ramah aja gitu penjelasannya lebih menyeluruh. Kemarin pas ketemu dr. Muchlish beliau tanya ini anak keberapa, eh pas tau udah anak ketiga beliau langsung bilang " ohh anak ketiga, yaudah ibu udah senior lah ya kalo gitu" hahaha.

Adeekk....anak bujang kesayangan Bunda sehat-sehat terus di dalam yaa nak, bantuin Bunda tetap kuat selama hamil, berjuang kita naik CL berangkat dan pulang kerja ya nak hehehe. Insyaallah adek pinter kayak kakak-kakak nanti lahiran bisa normal dan lancar, amiinn ya Allah.

Monday, January 22, 2018

(I wish) The New Adventure Begin

Kegalauan beberapa hari terakhir ini disponsori oleh telatnya siklus bulanan Bunda, refleks dong langsung beli testpack. Pertama kali coba test waktu belum ketahuan telat sih, karena emang iseng-iseng aja. Nah pas telat tiga hari baru deh berasa serius ini kenapa telat karena setiap bulannya selalu rutin datang bulan sesuai jadwal (selalu maju 1-2 hari sesuai aplikasi cycles). Kepikiran pas udah nyampe kantor terus langsung dong beli testpack, pas pertama kali baca hasilnya muncul hanya satu garis, perasaan flat aja gitu ga tau seneng ato sedih, eeh pas udah balik ke kubikel loh lohh kok dibawahnya ada garis satu lagi tapi agak samar. Langsung kirim ke Ayah, langsung direspon:

Ayah   :  "Wahh beneran itu kamu hamil Bun"
Bunda : "Tapi ini garis kedua kok samar aja ga sejelas kayak garis pertama"
Ayah   : "Bener deh feeling Ayah kamu hamil"

Yayaya....kemaren aja yakin bangen bilangnya  kalo Bunda cuma telat biasa (walaupun frekuensi telat nya siklus bulanan Bunda ini jaraang banget. Ga sabar besok pagi nya langsung test lagi untuk meyakinkan, kan referensi dengan berbagai sumber ga jelas katanya kalo mau test sebaiknya di pagi hari saat urine masih pekat dimana kadar hormon Hcg lebih tinggi. Hormon ini diproduksi oleh sel yang mengembangkan plasenta dalam rahim, hormon ini masuk ke dalam aliran darah ketika sel telur yang dibuahi mulai menempel di dinding rahim, kira-kira 6 hari setelah pembuahan (ehh tapi lebih jelasnya harap googling sendiri yah, ini sih pemahaman sederhana Bunda aja waktu sekilas baca kemarin).

Nah hasil test tadi pagi tuh sama ternyata, muncul dua garis tapi garis bagian bawah ga terlalu nyata seperti garis bagian atasnya. Yang akhirnya diyakinkan Ayah kalo Bunda beneran hamil, tapi lebih jelasnya nanti wiken ke dokter deh biar beneran yakin, sekalian nunggu Ayah pulang dari dinas kerja ke Medan. Kalaupun ternyata hasilnya beneran positif ya alhamdulillaah banget, ternyata kami masih dikasih kepercayaan sama Allah untuk membesarkan seorang lagi buah hati. Yang tadinya Bunda emang pengen banget hamil dan nambah satu anak lagi, eehh sekarang si Ayah yang ga kalah excited, padahal sebelumnya agak ragu-ragu takut ga bisa membagi waktu dengan baik jika kami diberi satu lagi amanah.

Can't wait for next weekend.

Monday, January 15, 2018

My Bird-day (Latepost)


This is absolutely a latepost since my birthday was on 2nd January.
Alhamdulillah wa syukurilah Allah still give me a chance to enjoy the the pleasure for being a daughter, a sister, a wife, a friend, an employees. May Allah's blessings always be with me, aamiinn. 

Let me tell you a story, this time my hubby gave me a bit surprises, he gave a "smart watch" as a gift, I'm a little bit surprised that he prepare gift that perfectly, I didn't expect at all. Thank you hubby, thank you kiddos :*

My office-mates also gave a birthday cake surprises a few days later along with my friend Ima whose birthday just several days after my birthday, thank you dear mates :))












Monday, July 31, 2017

Finally The Day Has Come

Postingan yang sudah tertunda sekian lama. Akhirnya berakhir sudah segala kegalauan tesis :D Dua minggu yang lalu telah dilaksanakan wisuda master yang "tertunda" beberapa bulan, alhamdulillaah akhirnya luluuss.

Berasa mimpi yang benar-benar jadi kenyataan, setelah melalui drama tesis yang tak kunjung usai. Segala perjuangan begadang, bolak balik Jakarta-Bandung pp yang tak terhitung berapa banyak waktu yang dihabiskan disepanjang jalan yang penuh kemacetan yang menguras emosi hahaha. Terimakasih ya Allah, terimakasih the best hubby of the universe, dan tentunya anak-anak luar biasa kesayangan Bunda, terimakasih juga Nyai dan Mbah Uti untuk doa-doa tiada henti.

with my loyal supporter :D

July's 2017 graduation squad

Bujang ganteng kesayangan

Upcoming Anniversary Trip to Penang, Malaysia

Can't wait for our upcoming hiking-date next month to celebrate our 18th anniversary in Penang, Malaysia. I already arrange some itinera...