I've Lost Her Forever
Hari ini tepat 2 (dua) minggu yang lalu Ibu (yang biasa kami sebut Nyai karena penggilan untuk anak-anak) berpulang untuk selamanya, menyusul Papa yang lebih dahulu kembali kepadaNya enam (6) tahun yang lalu. Sesak dada ini rasanya kalo inget gak akan ada lagi yang akan menyambut kami pulang kampung, gak akan ada lagi Nyai yang setia menunggu kami dibalik jendela teras depan ketika kami kabari kalau kami akan pulang hari itu. Ahh Nyai sedihnya tak terkira karena tak dapat menemani dan mengabdi ketika hari tuamu tiba. Terlalu jauh dan sudah terlalu lama kami jauh darimu, hingga sekarang kita benar-benar telah berjauhan bahkan berbeda dimensi waktu. Sejujurnya rasa kehilangan itu sudah muncul sejak 2 (dua) tahun belakangan ini, karena secara fisik dan mental Nyai sudah banyak mengalami degradasi. Sejak Nyai sudah gak bisa lagi bicara dengan lancar dan tidak lagi mampu mengingat dengan jelas, rasanya Nyai semakin jauh walaupun secara fisik beliau masih hadir di tengah-tengah kami. Masih t...