Missing my ordinary life
1 Februari 2017. Sulit rasanya menginjakkan kaki ke tempat ini tanpa meneteskan air mata. Kepengen curhat tapi gak mau mengeluh ternyata susah. Ya Masjid Salman telah menjadi tempat saya mengadu kepadaNya selama beberapa bulan terakhir ini ketika datang ke kampus. Bagi mahasiswa Program Magister yang sudah extend waktu seperti saya, kampus tak lagi punya magnet yang kuat. Yahh gimana enggak, temen-temen sekelas juga udah pada jarang ke kampus, kalaupun ada sudah gak sama lagi tujuannya jadi agak susah janjian bareng. Belum lagi beberapa teman bahkan sudah lulus kuliah, bikin baper meningkat luar biasa. Entahlah apa mungkin hanya saya, atau banyak mahasiswa tingkat akhir lainnya bernasib sama seperti saya. Kehilangan kepercayaan diri, terlalu banyak distraksi aktivitas rumah tangga, kepengen segera kembali ke kantor, tapi masalah utamanya gak tau mesti gimana menyelesaikan kewajiban tesis, bahkan setelah Seminar 1 pun masih bingung ini tesis akan dibawa kemana. Mungkin saya t...