Kadang-kadang punya anak bujang semanis Farabi tuh bikin gemess dan jadi senyum-senyum sendiri kalo inget kelakuannya. Kayak tadi malem tiba-tiba dia nyamperin dan langsung meluk sambil bilang "Bundaa, Abi seneng banget dehh hari ini, soalnya tadi udah digorengin pempek sama Bunda terus juga diajak belajar nulis sama baca supaya Abi pinter".
So sweet banget kan, dia tiba-tiba bilang gitu. Ehhh tapi kalo dia lagi sebel juga dia ngomong sih, "Abi tak senang hati hari ini soalnya Bunda Gak kasih nonton Morphle di Youtube!!!".... hahaha.
Thursday, August 31, 2017
Wednesday, August 9, 2017
Pahawang Island Trip: Scenic view along the way
Last week trip to Pahawang Islands, Pesawaran, Lampung with my officemates was unexpected trip. We used to go to Mutun Beach or got across to Tangkil Beach which located at Lampung Bay, it just about 25 kilometres away from Bandar Lampung City. We've got to take some trip after the meeting with the consultants and representative from head office done the night before, so we have free one day before get back to Jakarta, but unfortunately our boss can't joined because he had to got back to Jakarta in the next morning.
To be honest i have a little bit of pesimistic feeling about Lampung's Tourims, even though there's a lot of picturesque beaches, beautiful waterfall, and magnificent mountains, but it wasn't maintaned well yet. Almost all the tourist attractions in Lampung managed by some groups community or by private bussiness, but it seems not totally developed yet, there's so many garbage at the beach, some facilities doesn't support tourists needs such as toilets, rooms rinse, or adequate restaurants. But however Bandar Lampung and surroundings still my favourites destination since i was stay there for about seven years.
Back to the trip to Pahawang Island, we catched the beach at 10.00 am, when we met the shipowner whose ship lean back at The Mutun Beach, we ask to get across to Tangkil Island which loacted near the beach and charged 20.000 IDR /person/roundtrip, quite cheap i thought. And then they offered to cross over to Pahawang Island which need about one hour during sailing. It cost 800.000 IDR/boat which accomodate until 12 persons, and they will bring us back to Mutun Beach at noon since our flight to Jakarta at 6.00 pm and it needs more than one and half hour trip to the airport. The local guuides also offered for rent snorkeling accessories 50.000 IDR/person.
Pahawang Island was totally awesome, we were treated with beautiful scenery along the trip, blue sky, turquoise sea, white sands, and of course the smells of sea that i like the most. For sure trip to the beaches never dissapoints me at all, this Pahawang Island trip one of them.
Our first expectations trip to Pahawang Islands from Mutun Beach was about one hour just like what the local guide said, but it took almost two hours in reality, by using twin-engine boat. Since it was far away to get back to Mutun Beach at noon, so i decided to got back from Pahawang Islands to Ketapang Harbour which is located closer than Mutun Beach, it was only took one hour. The car that we rent before, i asked to pick us up at Ketapang Beach to get back to the airport, notes that it was charged 350.000 IDR for car rent exclude fuels and tips.
Here are some pictures from our Pahawang Trip, enjoy.................xoxo.
![]() |
| Won't get back from here :D |
![]() |
| Picturesque scenery |
![]() |
| Mandatory photos |
| Ready to flag off....yeaayy |
| Beaches at Pahawang Besar Island |
| Welcome to Pahawang Besar Island |
| Snorkeling point |
| Back to Ketapang Harbour |
Sunday, August 6, 2017
Dinara's 8th Birthday (lateposting)
Farabi's 5th Birthday
2 Agustus 2017
Alhamdulillah hari ini Farabi udah sah bukan balita lagi, udah 5 tahun sekarang :*
Sejak dua bulan terakhir Bunda dan Ayah kepikiran pengen ngerayain ultah Abby di sekolah bareng temen-temennya karena waktu TK A dulu blm sempet dirayain. Nah disamping itu juga karena kaka Dinara yang semangat banget pengen adeknya ultah dirayain supaya dapet banyak kado kayak dulu waktu dia ultah ke-5.
Beberapa persiapan udah kami rancang jauh-jauh hari seperti tema, goodie bag, undangan, kue, souvenir dll. Yang mana semuanya baru sempet dieksekusi di saat-saat terakhir hahaha. Malah ada beberapa item yang harusnya disiapkan sebelumnya malah ga sempet dibikin seperti thank you card, backdrop dan topi ultah. Sebenarnya sih agak gemes juga sama diri sendiri karena sebelumnya ga kepikiran buat order tapi yasudahlah mau gimana lagi.
Alhamdulillah semua lumayan lancar walaupun pada hari yang sama ternyata temen-temen Abby di dua kelas paralel yang lain juga ada yang berulang tahun, jadi guru-guru saling berkoordinasi untuk setting waktunya karena Abby juga mengundang beberapa temen-temnnya di kelas lain yang dulu waktu TK A sempet sekelas.
Dengan dipandu Bu Guru Nining dan Bu Mel acara yang sederhana namun seru bikin anak-anak sumringah. Apalagi Bu Nining pandai melakukan beberapa trik sulap yang bikin anak-anak ketagihan. Terimakasih yaa Bu Guru.
Berikut ini catatan printilan ultah ke-5 Farabi dengan tema yang akhirnya dipilih "Captain America".
Undangan:
Kue ultah:
Souvenir:
Goodie bag:
Snacks:
Makanan:
Decor:
![]() |
| My Birthday Boy |
![]() |
| The goodies |
![]() |
| Mug souvenir |
![]() |
| Kue ultah dengan Tema Captain America |
Monday, July 31, 2017
Finally The Day Has Come
Postingan yang sudah tertunda sekian lama. Akhirnya berakhir sudah segala kegalauan tesis :D Dua minggu yang lalu telah dilaksanakan wisuda master yang "tertunda" beberapa bulan, alhamdulillaah akhirnya luluuss.
Berasa mimpi yang benar-benar jadi kenyataan, setelah melalui drama tesis yang tak kunjung usai. Segala perjuangan begadang, bolak balik Jakarta-Bandung pp yang tak terhitung berapa banyak waktu yang dihabiskan disepanjang jalan yang penuh kemacetan yang menguras emosi hahaha. Terimakasih ya Allah, terimakasih the best hubby of the universe, dan tentunya anak-anak luar biasa kesayangan Bunda, terimakasih juga Nyai dan Mbah Uti untuk doa-doa tiada henti.
| with my loyal supporter :D |
![]() |
| July's 2017 graduation squad |
![]() |
| Bujang ganteng kesayangan |
Thursday, July 13, 2017
resep candypop dinara
resep candypop dinara
bahan dasar
bolu vanilla 300gr
sirup vanilla 50 ml
bahan frosting
blue band cake and cookie 100gr
gula halus 200 gr
bahan decoretion
cokelat putih batangan
berbagai pewarna khusus coklat
gula trimis
RAINBOW SPRINKLES
langkah penyajian
hancurkan
* postingan yg belom selesai oleh Dinara
Saturday, April 1, 2017
My handsome lil' fireman
Jadi ceritanya hari Kamis yang lalu di kelasnya Farabi ada sesi foto angkatan (*jiaahh anak TK A ajah pake foto angkatan segalak yakk) berhubung udah mau selesai tahun ajaran, eh sebenarnya sih masih beberapa bulan lagi yaa tapi karena bulan depan kan udah masuk bulan puasa nah biasanya di sekolah tuh ada kegiatan amaliyah Ramadhan jadi mungkin kegiatan lain pengennya dislesein sebelum bulan puasa.
Nahh kebetulan kelasnya Farabi kebagian tema "profesi" untuk dresscode fotonya, pas banget deh karena belakangan ini tuh anak lagi ribut terus pengen jadi fireman, kebetulan juga udah punya segala peralatan dan topi fireman, tinggal Ayah order bajunya aja deh.
Lucunya anak-anak tuh yaa, kadang gemes kadang jadi geli sendiri. Seperti kemarin pagi wkt Farabi cerita kalo dia suka main playdoh sama Bunda mau bikin masakan/makanan dari playdoh. Terus kk Dinara bilang " Dek, kalo suka main masak-masak harusnya adek tuh jadi koki bukan jadi fireman". Nahh dibilangin gitu sama kakaknya si adek langsung nangis gak karuan, "Kan Abi maunya jadi fireman, kenapa kk bilang Abi harus jadi koki" *sambil nangis sesenggukan* (-___-)!
Lucunya anak-anak tuh yaa, kadang gemes kadang jadi geli sendiri. Seperti kemarin pagi wkt Farabi cerita kalo dia suka main playdoh sama Bunda mau bikin masakan/makanan dari playdoh. Terus kk Dinara bilang " Dek, kalo suka main masak-masak harusnya adek tuh jadi koki bukan jadi fireman". Nahh dibilangin gitu sama kakaknya si adek langsung nangis gak karuan, "Kan Abi maunya jadi fireman, kenapa kk bilang Abi harus jadi koki" *sambil nangis sesenggukan* (-___-)!
![]() |
| Pose dulu sebelum berangkat ke sekolah |
Sunday, March 19, 2017
Our Fave Spot at Lampung : Grand Elty Krakatoa Resort's Beach
Grand Elty Krakatoa Resort has become one of out fave spot to spent while travelling in Lampung, located between Bakauheni Port and Bandar Lampung City, it can access reachable for about 4 km from Trans Sumatera Highway. It's detail location at Trans Sumatera Highway KM 45 Merak Belantung, Kalianda South Lampung District. The resort has calm beachy, white sand, exotic scenery with Mount Rajabasa as background, and many water sport activity such as canoe, banana boat, snorkeling, or just havin relax at the beach's cafe. Actually it's located quite away from the capital city of Bandar Lampung, it's about 1 hour drive from the city.
To be honest we didn't stay at the resort yet, since review from the travellers we read form Tripadvisor not so good. So we choose to stay at the capital city Bandar Lampung, for more reasons that we could explore the culinary better than stay at the resort. Last week is our fourth visit here, we came here before lunch time about 11 am and brought some meals for lunch, then we spent the day until 8 pm before went back to Jakarta. Ticket price for one day entering the resort's beach if we didn't stay at the resort for adults and children more than 5 yo was 50K IDR, but the 20K IDR used as a voucher for any F&B at the resort's bar and restaurant, well I said it's worth for value. For the first time we rent the canoe here, the price was 20K IDR for 30 minutes, kiddos was very excited and they're also enjoying swimming at the other side of the beach which was more calm than other side of the beach that more close to the Mount Rajabasa in the background. Actually the beach quite flat that kids can swimming safely. We love to had some activity here because it's not too crowded, the beach clean enough, and the resort offers some beach activities.
Fortunately our visit last week, the moon shine beautifully, we spent the night at the Rodeoz Beach Cafe enjoying a cup of hot chocolate, coffe and french fries, for those we just spent about 25K IDR plus 2 voucher each value 20K IDR from the entry tickets, it was very nice experience. Well we'll back here for our next visit to Lampung for sure, we love this place and would recommend our relatives and friends to come here (but not to stay since we had no experience yet).
![]() |
| My fave picturesque spot |
![]() |
| Her first time canoeing experience |
![]() |
| Happy mommy, happy kids :D |
![]() |
| The moon shine beautifully as our family pic background |
![]() |
| It's hard enough to get just both of us picture |
Friday, March 10, 2017
Late Archieves : Farabi at School
Throwback Memories : Bandar Lampung City
Thanks to hubby for bringing us back to Bandar Lampung City through his bussiness trip this weekend. Sebenarnya sih yang paling happy tentunya Bunda, yang berasa kurang piknik selama beberapa bulan terakhir. Sejak pindah rumah akhir tahun lalu kami nyaris tidak pernah bepergian jauh, karena menikmati banget stay di rumah tiap weekend. Tapi kok lama-lama rasanya kangen travelling, kangen aroma laut. Kalo anak-anak sih kayaknya mah gak ada pikiran yaa mereka happy terus mau dimana aja kapan aja.
Nah, kebetulan si Ayah kasih kabar kalo dia berencana dinas ke Bandar Lampung minggu ini, waah kebetulan nih bisa dong ini anak istrinya diangkut sekalian hahahha. Untungnya kebijakan di kantor memungkinkan untuk bepergian dengan membawa kendaraan, jadi kan lumayan banget tuh iritnya secara yang ditanggung kantor kan hanya akomodasi Ayah doang. Fix hari Kamis Jumat Bunda minta ijin ke gurunya anak-anak, walaupun sebenarnya hari Kamis kakak Dinara masih ada 1 mata pelajaran UTS tapi gurunya bilang gapapa masih bisa ikut UTS susulan, wahh oke banget dehh langsung cuzz packing, hari Rabu malam kami berangkat naik mobil jalan jam 22.00 dari daerah Bintaro, nyampe Bandar Lampung 03.15 dini hari.
Sempet muter-muter keliling kota, kok kayaknya perubahan kota ini ga terlalu signifikan yaa sejak pertama kali kami sempat tinggal di kota ini nyaris 15 tahun yang lalu. Beberapa ruas jalan, lebarnya masih sama, kondisi ruko-ruko pun ga banyak berubah, hanya bertambah 1 buah mall besar, namun terdapat pertumbuhan hotel yang cukup dominan dibeberapa ruas jalan utama. Menurut salah satu artikel yang dimuat di majalah Pesona Lampung edisi Oktober 2016, Bandar Lampung ini merupakan kota terbesar dan terpadat ketiga di Sumatera setelah Medan dan Palembang, dengan jumlah penduduk lebih dari 1 juta jiwa, jadi kan seharusnya kota ini sudah masuk kategori kota metro, namun yang kami cermati kenapa sistem transportasi masih kurang memadai yaa? Kami pikir tadinya transportasi online sudah masuk kesini, karena biar bagaimanapun model transportasi seperti itu kan membantu banget kita sebagai konsumen, karena memudahkan mobilisasi juga biaya yang sangat terjangkau. Nah ternyata tansportasi online sama sekali belum ada, bahkan penyedia taksi macam Blue Bird pun belum ada di Bandar Lampung, yang ada palingan hanya taksi lokal yang Wak Ujuk (kakak Bunda) bilang rata-rata tanpa argo resmi, dan perjalanan dipatok harga borongan untuk sekali perjalanan. Yaa kalo angkot sih banyak, cuma kan kan kalo kemana-mana naek angkot juga kurang efektif, selain karena memakan waktu juga aksesililitas kurang memadai untuk menjangkau tempat-tempat tujuan (utamanya tempat wisata).
Jujur sebenarnya Bandar Lampung ini topografinya asik banget, mulai dari dataran pantai yang indah, kawasan perbukitan hingga pegunungan. Highlightnya tentu saja Teluk Lampung yang indah dengan lautnya yang tenang. Gak berlebihan kalo Bunda bilang kalo kota ini salah satu favorit kami, apalagi bagi pecinta pantai macam Bunda. Tapi sayangnya trip kali ini kami ga bisa eksplor banyak lokasi wisata karena yaa namanya juga nebeng yang lagi kerja jadi harus ngikuti jadwal meetingnya si Ayah. Makanya begitu browsing hotel di Online Travel Agent (OTA), kami kami cari hotel dengan fasilitas kolam renang, yaa paling tidak kan kalo kami gak sempet jalan-jalan, anak-anak jadi gak bosen di kamar hotel aja. Nah pilihan hotel kami kali ini jatuh pada Whiz Prime hotel, selain karena lokasinya di pusat kota, hotel ini punya kolam renang indoor, yang walaupun kolam untuk anaknya hanya berupa kolam renang anak model karet yang ditiup gitu, yaah lumayanlah bikin anak-anak hepi. Kamar hotelnya juga menyenangkan walaupun gak terlalu luas tapi cukup nyaman untuk sekeluarga. Terus asiknya menginap disini, mereka punya restoran yang dipake untuk sarapan di top floor hotel dengan pemandangan Teluk Lampung serta dikelilingi perbukitan hijau. Gak kalah jauh dengan Novotel Lampung jadinya.
Fokus perjalanan kami kali ini seputar kuliner, kangen banget deh sama makanan yang sering kami makan dulu sewaktu masih kuliah di Bandar Lampung. Aneka pempek, model, tekwan, martabak, tentu masuk dalam bucket list Bunda sejak sebelum berangkat, selain tentu saja Bakso Sony, nasi padang Begadang, pecel lele Bu Gendut, Mie Khodon Teluk, Mie Ayam Lampung, mungkin hanya sebagian saja dari daftar favorit kami yang Alhamdulillah kesampean selain oleh-oleh pie pisang Yussy Akmal *elus elus perut kekeyangan*.
Anyway,, thanks yaa hubby untuk piknik singkatnya lumayanlah menyelamatkan Bunda dari bahaya kurang piknik.... hahahah.
| Mountains view of B. Lampung city in the morning |
![]() |
| Ocean view of B. Lampung city in the morning |
Wednesday, March 1, 2017
Kelakuan Farabi
Beberapa hari yang lalu ada cerita lucu tentang kelakuan duo Dinara Farabi. Jadi ceritanya selepas maghrib, mereka main di kamar berdua sambil tutup pintu kamar. Si adek bolak balik nanyain sisir dan karet rambut ke Bunda. Ternyata dia disuruh kakak main salon-salonan, yaa si adek kan tipe anaknya penurut jd mau-mau aja tuh diajak main sama kakak. Terus kan Farabi nanyain lagi " Bun, mana sih botol yang gambar bayi-bayi itu loh", karena ditanyain pas sambil masak Bunda ga ngeh maksudnya apa, oohh ternyata dia nanyain hair lotion Zwitsal. Mungkin karena nyari-nyari ga nemu, dia inget ada botol yang sama di kamar mandi. Diambillah botol shampoo yang dikira botol hair lotion.....hahahha. Terus kan Farabi langsung masuk kamar tuh balik main sama kakak. Ga berapa lama kakak Dinara ngomong sambil setengah teriak " Adeekk, ini kan shampoo bukan hair lotion lohh", pas Bunda liat begitu mereka keluar kamar di rambut Dinara dan Farabi penuh busa, padahal mereka berdua udah pada mandi keramas sejak sore, hadeuhhh......
Terpaksa deh tuh anak berdua disuruh mandi keramas lagi malam-malam (-___-)'
Terpaksa deh tuh anak berdua disuruh mandi keramas lagi malam-malam (-___-)'
Subscribe to:
Posts (Atom)
Family-Holiday Trip to Dieng, Central Java
Liburan sekolah kali ini kepikiran pengen ajak anak-anak jalan-jalan yang bisa ditempuh dengan road-trip. Terus Ayah ngide mau ajak liburan ...





















